Petugas kebersihan di Kecamatan Pondokgede, Untung Sentono. PALAPAPOS/Nuralam

BEKASI - Nasib malang dialami Untung Sentono, petugas kebersihan di Kecamatan Pondokgede mengabdi sejak tahun 1967, akhirnya dipecat Camat Pondokgede, Nesan Sujana karena dianggap tidak becus kerja.

Untung menjelaskan kekecewaan dirinya atas pemecatan tersebut.  Padahal, Untung mengaku aktivitasnya di Kantor Kecamatan tidak hanya sebagai tenaga kebersihan, melainkan berjaga seperti Linmas dan mengurus perparkiran agar tertata rapih.

"Sejujurnya aja ini berat, apalagi dalam suasana bulan suci Ramadan. Saya selama ini kerja sejak pukul 6 pagi, menyapu dan membersihkan kantor, tapi memang tidak ada yang lihat, karena pegawai belum ada yang datang, kecuali Satpol PP yang tahu aktivitas saya selama ini," ucap Untung dengan raut wajah kecewa, Senin (11/5/2020).

Diakui Untung, dirinya sempat bingung dengan pemberhentian tersebut. Selain tanpa adanya pemberitahuan, hak dirinya juga tidak diberikan pihak Kecamatan.

"Pak Nessan Sujana Alhamdulillah baik. Tapi kenapa saya sekarang malah dipecat, kalau memang sudah tidak senang, berikan hak saya, kan saya punya anak bini yang harus dinafkahi," kata Untung menerangkan dirinya kerap terlibat dalam berbagai kegiatan di Kantor Kecamatan Pondokgede, seperti K3 dan lain.

"Kalau ada kerja bakti rutin (K3) setiap Jum'at ikut, piket malam sepuluh hari sekali saya ikut. Saya kan sudah paling lama, sejak jamannya pak Enjang, Camat Toto Subekti, Camat Chairul serta Camat Karya Sukmajaya yang akhirnya digantikan sama Nessan Sujana," pungkasnya.

Terpisah, Camat Pondokgede, Nessan Sujana menilai kinerja Untung tidak maksimal sehingga diberhentikan.

"Ini dari Kasubag kita juga Sekcam, jadi yang namanya Pak Untung itu sudah berulang kali ditegur karena kerjanya. Dia kan seharusnya bagian ngebersihin halaman, intinya dibagian Kebersihan dan bukan Linmas. Ini kerja tidak dilakukan dengan sebagaimana mestinya. Bahkan dia sering minta bantuan ke teman yang lain sampai-sampai ada bahasa kok dia kagak kerja pisan," kata Nessan.

Mengenai pemberhentian tanpa surat peringatan, menurut Nesan karena Untung tidak berstatus PNS atau TKK, sehingga dapat dipecat sewaktu-waktu.

"Pada saat jam kerja Pak Untung juga suka tidak ada, kalau katanya sewayah-wayahnya. Kadang Pak Wali suka datang kesini kepengen melihat kondisi kendaraan yang parkir tersusun rapih, tapi dia (Untung) kerap main asal masukin kendaraan. Cuma kan kalau kita lihat masih jaga Pak Untung diparkiran," kilahnya. (lam)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

PT. Mahaka Visual Indonesia Siap-siap Dipanggil Disnaker

KABUPATEN BEKASI - Setelah sekian lama tidak ada kejelasan mengenai kasus dugaan pemutusan sepihak terhadap karyawan Go Wet Waterpark, Dinas

Ampun... Solihin Ditinggal Kader PPP Dukung Paslon Tri Adhianto- Harris

KOTA BEKASI – Kader dan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyampaikan selamat tinggal kepada Ketua DPC Solihin saat ini mencalonkan diri jadi wakil walikota n

Usai Deklarasi, Tri Adhianto Kunjungi Warga Terkena Banjir

KOTA BEKASI - Masyarakat Bekasi Jaya, Kota Bekasi, resmi menyatakan dukungan untuk pasangan calon Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi nomor 3, Tri Adhianto dan Abdul H

Calon Wali Kota Tri Adhianto Wakafkan Tanah untuk Gedung Aswaja Center

KOTA BEKASI - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dengan warga dan komunitas, calon Wali Kota Bekasi nomor urut 3 Tri Adhianto menghadiri pengajian Ahlussunnah wal Jama&#

Tri Adhianto Tegaskan Komitmen Birokrasi Bebas dari Korupsi dan Tepis Tudingan Tak Berdasar

KOTA BEKASI - Calon Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan tekadnya membangun Kota Bekasi yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi.

<

KPU Kabupaten Bekasi Akan Gelar Debat Kandidat

KABUPATEN BEKASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi akan menggelar debat kandidat Calon Bupati pada Minggu (3/11/2024) mendatang.