Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto. PALAPAPOS/Istimewa

BANDUNG - Elektabilitas pasangan capres-cawapres 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin di Jawa Barat terus meningkat, dan saat ini sudah mulai mengungguli pasangan capres-cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengatakan hal itu kepada pers, di Kota Bandung, Sabtu (23/2/2019), dalam rangkaian Safari Politik Kebangsaan VIII. Menurut Hasto, berdasarkan hasil survei internal terkini, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin sudah unggul 4,1 persen dari pasangan Prabowo-Sandiaga, di Jawa Barat.

Hasto meyakini, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin tidak stagnan sampai di situ, tapi masih aka terus bergerak hingga hari "H" pemilihan pada 17 April mendatang.

"Dari hasil kerja partai pengusung dan Relawan, menunjukkan tren yang positif kepada Jokowi-Ma'ruf, sehingga saya meyakini elektabilitasnya masih akan terus naik," tuturnya.

Hasto juga menyakini, banyaknya dukungan dari elemen masyarakat maupun para tokoh di Tanah Pasundan ini, akan semakin menguatkan kemenangan pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf.

Hasto menyebut, para tokoh Jawa Barat yang secara tegas menyatakan dukungannya kepada Jokowi-Ma'ruf Amin, antara lain Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, mantan Menteri Agum Gumelar, Mantan Gubernur Jawa Barat Solihin GP, dan para habib yang salah satunya Habib Alwi.

"Secara sosiologis di Jawa Barat, dukungan para tokoh itu menjadi referensi bagi masyarakat. Ketika mereka bersatu, maka ini menjadi sebuah gerak bersama bagi masyarakat pendukung Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf," ungkap Hasto.

Sebelumnya, Dewan Pengarah Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat bertemu dengan Hasto Kristiyanto, Jumat (22/2/2019) malam, mengatakan, berdasarkan hasil pantauan di lapangan dan hasil survei, dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf Amin trennya positif dan terus meningkat.

Menurut Ridwan, kalau pada Pemilu 2014, Jokowi-Jusuf Kalla, kalah 20 persen di Jawa Barat, tapi masih terpilih sebagai presiden dan wapres. "Saat ini, dari hasil survei mengindikasikan sudah seimbang dan bahkan beberapa survei lainnya sudah lebih," ucapnya.

Ridwan juga menyebut, dari hasil pemantauan lapangan, ada sekitar empat juta pemilih di Jawa Barat yang pada pemilu presiden 2014 tidak memilih Jokowi, tapi pada Pemilu 2019 akan memilih Jokowi. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

41 Daerah Calon Tunggal Pilkada 2024

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan sampai batas akhir pendaftaran ada 41 daerah hanya satu pasangan calon kepala daerah atau calon tunggal yang mendaftar pa

MK Ubah Ambang Batas Pencalonan Pilkada, PDIP Bisa Usung Calon Sendiri di Pilkada Jakarta

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah oleh lewat Putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora, Selas

Piawai Pimpin Partai, PKB Kota Bekasi Dukung Cak Imin Sebagai Ketua Umum

KOTA BEKASI - Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizky Topananda menjelaskan pihaknya tetap mendukung Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB periode 2024-2029 m

Hadiri Kongres PMII Ke-21, Ini Pesan Ida Fauziah

PALEMBANG - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menjelaskan bahwa generasi muda harus memiliki karakter yang kuat agar bisa menjadi pemimpin di ma

Dihadiri Mendagri, Nikson Nababan Terima Penghargaan Mendorong Pembangunan Daerah

JAKARTA – Mantan Bupati Tapanuli Utara Periode dua periode, Nikson Nababan Darmonagoro hadiri malam apresiasi satu inspirasi 2024 yang diselenggarakan oleh B Universe me

Kecam DK, Hendry Ch Bangun Tetap Ketua PWI Pusat

JAKARTA – Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, mengecam keras keputusan Dewan Kehormatan (DK) PWI yang dianggap ilegal dan tidak sah. Keputusan DK yang mengeluarkan surat