Foto: ISTIMEWA
CIKARANG - Pemkab Kabupaten Bekasi tengah mempersiapkan mekanisme pembelajaran tatap muka (PTM) Juli mendatang. Kepala Dinas Pendidikan Carwinda, Jumat (21/5/2021) menjelaskan bagaimana prosedur PTM akan dijalankan.
“Pertama kita sudah simulasikan bagaimana anak datang ke sekolah, masuk ruangan, break (Istirahat), dan keluar sekolah. Itu sudah ada SOP yang telah kita buatkan. Waktu itu Pak Bupati sudah mensimulasikan di beberapa sekolah. Tinggal sekarang kita menindaklanjuti,” ucapya.
Carwinda menambahkan, Pemkab Bekasi akan memastikan sekolah yang sudah memenuhi protokol kesehatan. Ketersediaan tempat cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh, serta membatasi jumlah siswa hanya 50 persen dari kapasitas ruang kelas.
“Itu yang akan kita genjot dan sudah disampaikan di rapat, sampai dengan persiapan. Harus sudah dipersiapkan pihak sekolah. Jika tidak ada, maka tidak akan kita (dinas) izinkan,” ujar Carwinda.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kabupaten Bekasi, Rija Sudrajat mengatakan, rencana sekolah tatap muka sudah dimonitoring oleh Dinas Pendidikan, khususnya memantau perlengkapan-perlengkapan protokol kesehatan.
“Setidaknya ada 96 SMP yang dalam penerapan protokol kesehatan, harus memiliki wastafel satu di setiap kelas. Lalu tempat hand sanitizer, tempat cuci tangan di tiap lingkungan sekolah, tempat pengecekan suhu, dan pengaturan tempat duduk,” pungkas Rija.
Penulis: Hafiz
Editor: Jay





Comments
Leave a Comment