Ketua Kaum Milenial Indonesia Cabang Taput Doni Ramadi Butarbutar. PALAPAPOS/Alfonso Situmorang
TAPANULI UTARA - Kaum Milenial Indonesia memohon kepada Pemerintah Pusat menyetujui tranformasi IAKN menjadi Universitas Negeri Tapanuli Raya (UNTARA). Permohonan tersebut disampaikan Ketua Kaum Milenial Indonesia wilayah Taput Doni Rahmadi Butarbutar, Senin (29/3/2021).
“Salah satu cara yang mampu melepaskan kita dari kemiskinan, keterjajahan dan kebodohan adalah pendidikan," kata Doni Rahmadi Butarbutar.
Dikatakannya, Indonesia memiliki suku bangsa amat sangat menjunjung tinggi kehadiran pendidikan bagi dirinya serta anak cucunya. Mengingat salah satu lagu Batak yang berjudul ‘Anakkon ki do hamoraon di au" ciptaan Nahum Situmorang.
“Tentu kita mengerti semangat dan perjuangan orang tua kita agar anak-anaknya sekolah setinggi-tingginya. Orang tua terkhususnya suku Batak meyakini bahwa pendidikan salah satu jalan membawa kita keluar dari kemiskinan, ketertinggalan dan kurangnya pengetahuan,” ujarnya.
BACA JUGA: Guru Besar Fisip USU: UNTARA Lebih Visibel Dibandingkan UKN
Doni menyebutkan, hal di atas juga dikuatkan oleh slogan suku Batak ‘Gabe na niula, sinur na pinahan’ memiliki arti setiap yang ditanam dan dikerjakan memiliki hasil baik dan melimpah dan dipelihara memiliki hasil baik dan berkembang biak.
“Filosofi itu yang mendorong orang tua rela menghabiskan hari-harinya dengan bertani dan beternak asalkan anak-anak mereka mampu menempuh pendidikan setinggi-tingginya," sebut Doni.
Seperti diketahui, keinginan mensejahterakan Tapanuli Raya melalui keberadaan sebuah Universitas Negeri dicetuskan oleh putra kelahiran Tapanuli Utara 48 tahun silam yakni Bupati Taput Nikson Nababan.
Bupati Nikson bermimpi dan berusaha mewujudkan Tapanuli Raya terkhusus Tapanuli Utara daerah yang dikenal bukan hanya karena hasil pertanian dan ternak tetapi juga karena Tapanuli merupakan lumbung sumber daya manusia (SDM) berkualitas.
Bupati Nikson beserta semua pihak terlibat dan mendukung mewujudkan kehadiran Universitas Negeri di Tapanuli Raya lewat transformasi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung walau diwarnai pro dan kontra.
Doni menyebutkan, salah satu hal membuat UNTARA menjadi harapan menuju Tapanuli yang dicita-citakan karena pendiriannya melibatkan kabupaten-kabupaten di Tapanuli Raya, seperti keilmuan pertanian akan dibuat di Humbang Hasundutan, kehutanan di Tapanuli Selatan (Tapsel), kelautan di Tapanuli Tengah (Tapteng), perikanan di Sibolga, pariwisata di Samosir, perhotelan di Toba serta keilmuan kedokteran, ekonomi di Tapanuli Utara (Taput).
"UNTARA melihat konsep yang melihat potensi wilayah dan tidak meninggalkan kearifan lokal kita yakin Tapanuli Raya akan menjadi lumbung sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki ekonomi yang tumbuh pesat," jelas Doni.
Doni menjelaskan, orang tua nantinya tidak perlu lagi menyekolahkan anaknya jauh-jauh ke pulau Jawa, Kalimantan dan lainnya apabila UNTARA telah hadir di Tapanuli Raya. UNTARA akan menghasilkan lulusan berdaya saing (terampil, kreatif, inovatif dan berkarakter unggul) baik di dalam negeri dan luar negeri.
“Kita harus melek mata dan pikiran, harapan menuju Tapanuli yang dicita-citakan harus segera kita wujudkan. Takkan ada artinya walau kita berenang dalam emas dan bersayap uang kertas kalau masa depan kita, anak dan cucu tidak kita mulai dari sekarang," tandasnya.
Penulis: Alfonso Situmorang
Editor: Oloan Siahaan





Comments
Leave a Comment