Ketua YKI Taput Satika Simamora saat mendoakan abang adik mengidap gangguan kejiwaan serta mencoba mengajak mereka berinteraksi, Kamis (25/3/2021) malam. PALAPAPOS/Alpon Situmorang
TAPANULI UTARA – Tak kenal lelah, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Taput Satika Simamora melakukan aksi sosial di malam hari di Desa Sigotom Timur, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis (25/3/2021) malam WIB.
Satika bersama rombongan menerobos jalan protokol menuju Desa Sigotom Timur begitu mengetahui masih ada warga penderita gangguan kejiwaan belum tersentuh olehnya meski waktu sudah menunjukkan pukul 20:00 WIB.
Suasana jalan gelap dengan lampu temaram bahkan dibeberapa titik belum ada penerangan jalan desa, Satika bersama rombongan tiba di rumah Darwani boru Pakpahan. Janda ditinggal mati suami sekitar delapan tahun lalu itu hidup dengan tiga anaknya dari empat bersaudara.
Paling menuai empati, dua anaknya Edo Abri Nainggolan (25) dan Frengki Nainggolan (23) mengidap gangguan jiwa. Mereka menempati rumah rumah tidak memiliki banyak perabotan, Satika duduk beralaskan tikar sudah usang.
BACA JUGA: Balita Penderita Kulit Mengelupas Buat Empati Satika Simamora
Pasca ditinggal mati suaminya Beltor Nainggolan, Darwani menjadi tulang punggung keluarga. Beban Darwani semakin berat saat kedua anaknya tidak bisa membantu akibat sakit. Kondisi kedua anaknya terbilang sangat parah, satu hanya terdiam dan tidak banyak bicara. Sedangkan satunya lagi berbicara tanpa menentu bahkan mau tertawa.
Darwani bercerita, mereka sebelumnya merantau di Tangerang, lalu sekitar tahun 2012 kembali pulang kampung.
“Inilah Bu kondisi kami, mereka tidak mengganggu. Hanya saja saya tidak mau mereka jauh dari saya apalagi dikirim ke rumah singgah Pangaribuan atau Rumah Sakit Jiwa di Medan," kata Darwani.
Dari informasi Kepala Desa, mereka tidak menganggu warga. Bidan memberi mereka obat agar tidak kambuh.
Satika Simamora saat duduk bersila mendoakan abang adik tersebut, bahkan tanpa segan dan rasa jijik melihat kondisi kumal serta tidak terurus. Satika justru mencoba berinteraksi dengan keduanya, Edo menurut saja seolah tatapannya hampa ketika diajak berbicara.
Sementara Frengki sangat susah diajak berbicara bahkan asik sendiri bergumam hingga tertawa. Namun Satika tetap berupaya mengajak Frengki menyebut nama Tuhan.
“Ibu, anaknya didoakan terus dan dipegang kepalanya. Jangan dibiarkan mereka asik dan larut dengan dunianya. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan bagi mereka yang percaya," ucap Satika seraya memberikan paket sembako serta uang tunai.
Penulis: Alfonso Situmorang
Editor: Oloan Siahaan





Comments
Eva maria sihombing
5 years ago
Teruslah melayani Semoga edo dan frengki lekas sembuh dari gangguan jiwa dan boleh hidup mandiri Tuhan selalu beserta kita
Replay CloseLeave a Comment