Tokoh masyarakat Kecamatan Siatas Barita usai mengusulkan pembukaan jalan interkoneksi Lobu Hole ke Pancurnapitu memberikan cenderamata kepada Sekda Taput Indra Simaremare, Kamis (4/3/2021). PALAPAPOS/Alpon Situmorang
TAPANULI UTARA – Warga Siatas Barita mengusulkan pembukaan jalan sepanjang delapan kilometer dari Desa Lobu Hole menuju Pancurnapitu, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara.
Usulan pembukaan jalan disampaikan salah seorang perwakilan masyarakat Haposan Panggabean warga Desa Lumban Siagian Jae saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Siatas Barita dipimpin Sekda Taput Indra Simaremare, Kamis (4/3/2021).
Camat Siatas Barita Elyanto Sitompul, Jumat (5/3/2021) membenarkan adanya usulan warga diwakili warga Desa Lumban Siagian Jae. Menurut Camat, usulan pembukaan jalan sekitar delapan kilometer untuk mempermudah warga membawa hasil kebun berupa jeruk, kopi dan Kemenyan.
“Warga Lobu Hole sudah sepakat dan menandatangani pemberian lahan mereka dibebaskan sekitar 2,5 kilometer. Pak Sekda menyampaikan pesan, agar warga yang telah bersedia memberikan lahannya dipergunakan untuk jalan ditindaklanjuti,” kata Camat Elyanto Sitompul.
Elyanto Sitompul mengungkapkan, pihaknya sebelumnya telah melakukan survei interkoneksi jalan.
“Kalau sudah dibebaskan selebar enam meter alat berat bisa dikerahkan untuk membuka jalan,” ujarnya.
BACA JUGA: Sekda Taput Pimpin Musrenbang Kecamatan Siatas Barita
Elyanto meyakini, jika permohonan warga direalisasikan, akan terdapat potensi, dan puluhan hektar lahan bisa menjadi lahan produktif.
“Ini sangat mendukung visi misi Pemkab sebagai lumbung pangan dan perkuatan ketahanan pangan melalui pembukaan jalan interkoneksi," tandas Camat.
Sebelumnya, mewakili tokoh masyarakat Haposan Panggabean mengusulkan pembukaan jalan mengkoneksikan antar desa, yakni Desa Lobu Hole, Simorangkir Julu, Lumban Siagian Julu, Lumban Siagian Jae, Simorangkir Habinsaran, Sakkaran Sitompul dan Pancurnapitu.
“Kami mohon Pak Bupati merealisasikan permohonan pembukaan jalan interkoneksi dari Lobu Hole ke Pancurnapitu," kata Haposan Panggabean.
Haposan menyebut, selain mengoptimalkan lahan tidur menjadi lahan produktif, disekitar jalan lintasan jalan yang disusulkan banyak perkebunan jeruk, kopi dan kemenyan warga. .
“Warga kesulitan mengangkut hasil kebun akibat akses jalan. Jika jalan dibuka, warga akan memanfaatkan lahan tidur jadi produktif, dan pengangkutan hasil perkebunan masyarakat akan lebih mudah,” ujarnya.
Penulis: Alfonso Situmorang
Editor: Oloan Siahaan





Comments
Leave a Comment