Anggota DPRD Kota Bekasi Sholihin (kiri) berbincang dengan kaum milenial pada satu momen. PALAPAPOS/Reza Aulia
BEKASI - Anggota DPRD Kota Bekasi Sholihin mengimbau Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membuat program mendorong pertumbuhan ekonomi digital dengan menggandeng kaum milenial.
“Saya ingin mendorong peningkatan ekonomi untuk anak muda di Kota Bekasi khususnya tumbuh kembangnya ekonomi kreatif,” kata Sholihin, Senin (2/11/2020).
Pria akrab disapa Gus Shol itu menilai keberadaan generasi milenial atau biasa juga disebut generasi Y merupakan potensi besar dalam pengembangan ekonomi Indonesia khususnya Kota Bekasi.
Dirinya menilai, generasi milenial dapat memberikan harapan terhadap perkembangan ekonomi digital.
“Ekonomi digital menggantungkan harapan kepada inovasi dan kecerdikan dalam melihat pasar baru yang belum ada sebelumnya,” terangnya.
Menurutnya, generasi milenial memiliki karakteristik khusus ketika berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi.
“Generasi milenial yang lahir antara tahun 1980 sampai tahun 2000 ini memiliki karakteristik khusus, sehingga dianggap jadi antitesis dari generasi sebelumnya, yaitu generasi X. Generasi milenial dalam hal penggunaan teknologi lebih dominan, budaya pop dan nilai-nilai yang jauh lebih toleran,” bebernya.
Diungkapkannya, ada banyak fenomena muncul dari raksasa ekonomi digital nasional diinisiasi generasi milenial, seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak dan lainnya.
“Ini menunjukkan anak-anak muda bisa menangkap peluang inovasi digital dengan cermat,” tambahnya.
Ditambahkan Gus Shol yang juga Ketua DPC PPP Kota Bekasi, biasanya generasi milenial awalnya memulai bisnis dengan modal kecil.
“Karena mereka hanya mampu merekrut karyawan kelas C (C-class) yang bisa berbagi mimpi bersama dan gagasan yang sama. Selain itu generasi milenial lebih suka dibimbing bukan diperintah,” pungkasnya. (rez)
Editor: Oloan Siahaan





Comments
Leave a Comment