Ilustrasi Logo KONI. PALAPAPOS/Istimewa

JAKARTA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) berharap peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun ini menjadi momentum kebangkitan prestasi olahraga nasional di tingkat dunia, meski adanya pandemi COVID-19 membuat geliat aktivitas olahraga menjadi terbatas.

"Kita harapkan dan harus optimis Haornas tahun ini awal kebangkitan olahraga prestasi di tingkat internasional. Walaupun memang dengan adanya pandemi ini seluruh kegiatan terkendala dan terbatas," ujar Sekretaris Jenderal KONI Pusat, Ade Lukman kepada ANTARA, Senin (7/9/2020).

"Tapi semangat para atlet dan seluruh pelaku olahraga diharapkan tidak menurun bahkan semakin optimistis dan semangat untuk menghadapi multievent yang semuanya akan diadakan di 2021," kata dia menambahkan.

Peringatan Haornas tahun ini memang harus dilalui dengan berat. Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, khususnya di Indonesia, membuat sejumlah event tingkat nasional dan internasional harus ditunda. Praktis, setiap cabang olahraga berupaya bertahan agar mereka tak kalah oleh kondisi.

Para pengurus besar cabang olahraga kemudian tak kehilangan akal, mereka tetap mewajibkan para atlet berlatih secara mandiri, tentunya dengan supervisi dari masing-masing pelatih. 

Langkah ini menegaskan meski dunia olahraga terhenti akibat pandemi, namun semangat meningkatkan kemampuan diri tetap berkobar di benak para atlet dan cabang olahraga.

"Latihan mandiri ini dapat dilakukan juga supervisi dari pelatih-pelatih baik itu secara virtual. Jangan pandemi ini dijadikan kendala tapi mencari solusi terbaik dan juga menyiapkan program pelatihan yang sudah disiapkan masing-masing PB," kata Ade.

Di sisi lain, sejumlah cabang olahraga juga telah mengadakan turnamen meski digelar secara virtual; panahan, menembak, e-sports, hingga panjat tebing. Ketiadaan turnamen secara langsung menjadi titik mula penerapan Sport Science di bidang olahraga sesuai dengan tema besar Haornas tahun ini yang dicanangkan Kemenpora.

KONI mengapresiasi upaya kreatif dari cabang olahraga tersebut untuk menggeliatkan keolahragaan nasional di tengah pandemi. Ia berharap cabang-cabang lain bisa menggelar turnamen serupa agar proses pembinaan serta peningkatan prestasi olahraga tetap berjalan.

"(turnamen virtual) Itu memang langkah positif, di masa pandemi kegiatan olahraga bisa dilangsungkan. KONI memberikan apresiasi terhadap cabor yang menjalankan kompetisi meskipun secara virtual dan ini juga harus digalakkan selama masa pandemi ini dilakukan secara virtual," katanya.

"Momentum Haornas, mari jadikan sebagai awal untuk semua cabor memberikan prestasi yang terbaik buat indonesia dengan mengharumkan nama bangsa di internasional. Semangat kebersamaan ini bisa membawa kita ke tempat terhormat," pungkasnya. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

41 Daerah Calon Tunggal Pilkada 2024

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan sampai batas akhir pendaftaran ada 41 daerah hanya satu pasangan calon kepala daerah atau calon tunggal yang mendaftar pa

MK Ubah Ambang Batas Pencalonan Pilkada, PDIP Bisa Usung Calon Sendiri di Pilkada Jakarta

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah oleh lewat Putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora, Selas

Piawai Pimpin Partai, PKB Kota Bekasi Dukung Cak Imin Sebagai Ketua Umum

KOTA BEKASI - Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizky Topananda menjelaskan pihaknya tetap mendukung Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB periode 2024-2029 m

Hadiri Kongres PMII Ke-21, Ini Pesan Ida Fauziah

PALEMBANG - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menjelaskan bahwa generasi muda harus memiliki karakter yang kuat agar bisa menjadi pemimpin di ma

Dihadiri Mendagri, Nikson Nababan Terima Penghargaan Mendorong Pembangunan Daerah

JAKARTA – Mantan Bupati Tapanuli Utara Periode dua periode, Nikson Nababan Darmonagoro hadiri malam apresiasi satu inspirasi 2024 yang diselenggarakan oleh B Universe me

Kecam DK, Hendry Ch Bangun Tetap Ketua PWI Pusat

JAKARTA – Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, mengecam keras keputusan Dewan Kehormatan (DK) PWI yang dianggap ilegal dan tidak sah. Keputusan DK yang mengeluarkan surat