Ketua LPNU Kecamatan Mustikajaya Budi Sopian. PALAPAPOS/Nuralam

BEKASI – Perkembangan marketplace di Indonesia yang begitu menjanjikan, membuat masyarakat kian mudah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hanya cukup berdiam dan mengaplikasikannya dengan gadget, kebutuhan bahan pokok pun terpenuhi. Konsep marketplace yang mengguna website atau aplikasi online ini, mampu memfasilitasi proses jual beli dari berbagai merk barang.

Selaku inovator m-sembakolpnu.com, Budi Sofian mengatakan, marketplace yang didirikannya bersama Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Mustikajaya ini tidak hanya menyediakan kebutuhan bahan pokok.

“Silahkan dibuka websitenya m-sembakolpnu.com, nanti bisa dilihat sendiri kebutuhan apa saja yang ingin dibeli,” ungkap Budi di markas MWC NU Mustikajaya, Jalan Raya BKKBN Nomor 7 Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

Meski baru berusia dua minggu, tuturnya, m-sembakolpnu.com sudah mampu menarik minat yang banyak untuk masyarkat sekitar.

Budi menjelaskan, konsep marketplace yang dibentuk dirinya bersama MWC NU Mustikajaya ini, hanya mengambil margin lima persen dari setiap item barang. Artinya, belanja di m-sembakolpnu.com, jauh lebih murah dengan marketplace lainnya.

“Kalau belanja sampai Rp1 juta, profit buat kita cuma Rp50 ribu. Tapi Alhamdulillah, dengan begini selain kita menjalankan bisnis, juga bisa menghidupkan organisasi besar ini,” ucapnya.

Budi mengaku memiliki ekspetasi besar terhadap marketplace m-sembakolpnu.com yang bisa mendunia. Namun saat ini, ia bersama MWC NU Mustikajaya menargetkan selama dua tahun kedepan untuk bisa go-Jabodetabek.

“NU ini organisasi besar, jemaahnya sudah jutaan karena kita juga ada perwakilan di luar negeri. Saya berpikir, kalau ini kita kembangkan, bukan hanya bisa membuka lapangan kerja, tapi juga bisa menghidupkan roda organisasi islam ini, ekspetasi kita besar untuk NU,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Rois MWC NU Kecamatan Mustikajaya, Ustad Rohidi menambahkan, marketplace yang didirikan bersama H. Budi Sofian berawal dari pembentukan MWC NU Mustikajaya beberapa bulan lalu.

“Jadi awalnya itu waktu pembentukan MWC NU Kecamatan Mustikajaya kemarin. Nah kita ingin seluruh kader NU di Kecamatan Mustikajaya ini memiliki kesejahteraan, akhirnya timbul inovasi itu, mendirikan m-sembakolpnu.com,” ungkapnya.

Rohidi mengatakan, NU adalah organisasi besar yang didirikan Hadratus Syaikh KH Hasyim Ashari. Tentunya, NU selalu menciptakan orang-orang besar seperti perjuangan para pendahulunya untuk Indonesia.

“Kita disini berkompetensi, berlomba-lomba ingin menjadi santri (murid,red) terbaiknya Hadratus Syaikh KH Hasyim Ashari karena NU adalah organisasi besar, pastinya akan menciptakan kader-kader terbaiknya untuk bangsa ini, bangsa Indonesia,” tutupnya. (lam)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Perseroda Akui Setor Deviden Tahun 2022 Sebesar 300 Juta

KOTA BEKASI - PT. Minyak dan Gas Bumi (Perseroda) hari ini, Kamis (6/4/2023) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atas kinerja Tahun Anggaran 2022 dihadiri oleh Plt. Wa

Era Transaksi Digital, Satika Minta Pelaku UMKM Taput Jaga Branding

TAPANULI UTARA - PT Bank Sumut Cabang Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menggelar sosialisasi produk perbankan dan sekaligus menyerahan Quick Response Code Indonesia

Electrolux Showroom dan Service Center Hadir di Kota Bekasi

BEKASI - Memberikan kenyamanan kepada konsumen, Electrolux Showroom dan Service Center hadir di Kota Bekasi.  Dipastika kehadirannya untuk konsumen setelah diresmikan kan

Harga Minyak Goreng Belum Stabil, Wakil Gubernur Jawa Barat Sidak Di Kota Bekasi

BEKASI - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), UU Ruzhanul Ulum lakukan Inspeksi mendadak (Sidak) pasar di Kota Bekasi memantau harga minyak goreng yang belum lama mencapai Rp 20

Mampu Pulihkan Ekonomi, Bupati Taput Dapat Penghargaan dari BI

TAPANULI UTARA - Dinilai mampu mengatasi keterpurukan dan mampu memulihkan ekonomi ditengah Pandemi Covid-19, Bupati Taput Nikson Nababan mendapat penghargaan program Klaster K

Bank Dunia Suntik Indonesia Rp5,6 Triliun

JAKARTA - Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pendanaan sebesar 400 juta dolar AS atau sekitar Rp5,6 triliun untuk mengatasi kerentanan keuangan akibat dampak pandemi Covid-19.