Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Jayakarta, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Eko Margiyono. PALAPA POS/Istimewa

JAKARTA - Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Jayakarta, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Eko Margiyono, mengatakan, pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan dihadiri 17 perwakilan negara di luar duta besar.

Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat bisa menghormati hasil pemilihan umum (pemilu) dengan menyingkirkan perbedaan dan menyaksikan pelantikan pada tanggal 20 Oktober 2019 dengan hikmat.

"Mari kita saksikan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih secara hikmat. Adapun perbedaan, kita singkirkan dahulu. Kita hormati hasil pemilu yang lalu. Ini adalah gongnya," ujar Eko di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (14/10/2019).

Ia menyampaikan, sampai saat ini ada 17 negara asing di antaranya delapan kepala negara atau kepala pemerintahan dan sembilan utusan khusus negara tetangga yang hadir menyaksikan prosesi pelantikan tersebut.

Pangdam Jaya berpesan kalau pelantikan nanti adalah pekerjaan besar bangsa Indonesia yang akan ditonton banyak orang dari penjuru dunia.

"Itu adalah pekerjaan besar bangsa ini. Yang akan ditonton oleh sampai saat ini ada delapan kepala negara/kepala pemerintahan akan hadir. Ditambah sembilan utusan khusus dari kepala negara/ kepala pemerintahan sehingga total ada 17 negara asing yang akan melihat, di luar duta besar," kata Eko.

Baca Juga: Mulai Besok, Polda Metro Jaya Tidak Izinkan Demo

Adapun sesuai prosedur tetap pengawasan, personil pengamanan prosesi pelantikan akan didistribusikan langsung oleh Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Jayakarta Mayjen TNI Eko Margiyono.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Gatot Eddy Purnama.

"Distributor pengamanan itu Pangdam, karena itu berlaku Protap Was kami. Adapun Polda Metro Jaya dan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) akan back-up penuh kegiatan," ujar Irjen Gatot.

Senada dengan Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban prosesi pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin karena akan disaksikan sejumlah kepala negara/kepala pemerintahan beserta utusan-utusan khususnya.

"Kita hormati itu sebagai bangsa Indonesia agar bangsa ini dikenal sebagai bangsa yang beradab, santun, dan lain sebagainya. Karena ini akan dilihat seluruh dunia. Mari kita hormati itu," ujar Gatot. (red)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

41 Daerah Calon Tunggal Pilkada 2024

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan sampai batas akhir pendaftaran ada 41 daerah hanya satu pasangan calon kepala daerah atau calon tunggal yang mendaftar pa

MK Ubah Ambang Batas Pencalonan Pilkada, PDIP Bisa Usung Calon Sendiri di Pilkada Jakarta

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah oleh lewat Putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora, Selas

Piawai Pimpin Partai, PKB Kota Bekasi Dukung Cak Imin Sebagai Ketua Umum

KOTA BEKASI - Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizky Topananda menjelaskan pihaknya tetap mendukung Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB periode 2024-2029 m

Hadiri Kongres PMII Ke-21, Ini Pesan Ida Fauziah

PALEMBANG - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menjelaskan bahwa generasi muda harus memiliki karakter yang kuat agar bisa menjadi pemimpin di ma

Dihadiri Mendagri, Nikson Nababan Terima Penghargaan Mendorong Pembangunan Daerah

JAKARTA – Mantan Bupati Tapanuli Utara Periode dua periode, Nikson Nababan Darmonagoro hadiri malam apresiasi satu inspirasi 2024 yang diselenggarakan oleh B Universe me

Kecam DK, Hendry Ch Bangun Tetap Ketua PWI Pusat

JAKARTA – Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, mengecam keras keputusan Dewan Kehormatan (DK) PWI yang dianggap ilegal dan tidak sah. Keputusan DK yang mengeluarkan surat