Puluhan warga empat Desa di Pangaloan mendesak Pemkab Taput menghentikan penambangan Galian C di Sungai Batang Toru Desa Parsaoran Nainggolan yang merusak lahan persawahan. PALAPA POS /Alpon Situmorang

TAPUT – Warga empat desa di Pangaloan yakni Siopat Bahal, Sitoluoppu, Pardomuan Nainggolan dan Pardamean Nainggolan menolak Galian C sepanjang sungai Batang Toru karena memicu kerusakan lahan dan degradasi lingkungan.

Aksi puluhan masyarakat yang turun ke lokasi penambangan Galian C Dusun Partobuan Desa Siopat Bahal, Selasa (9/10/2019) membawa spanduk meminta Pemkab Taput menghentikan pengambilan batu dan pasir yang dilakukan CV Tunas Pahae Nauli.

Tampak dua alat berat sedang beraktivitas mengembalikan batu dan pasir yang telah dieksploitasi sebelumnya atas desakan pendemo.

Sakkan Sitompul selaku kordinator aksi mewakili masyarakat sangat keberatan atas aktivitas penambangan batu dan pasir.

“Lahan kami sangat terdampak akibat penambangan galian C, bahkan puluhan hektar areal persawahan maupun perkebunan masyarakat dihantam derasnya arus Sungai Batang Toru,” tegas Sakkan Sitompul.

Bukan hanya itu sebut Sakkan, pemukiman warga yang berada diatas Sungai Batang Toru mulai terdegradasi dan dikhawatirkan longsor.

“Kami minta Pemkab Taput menurunkan Satpol PP menghentikan penambangan yang sangat merusak lingkungan," pintanya.

Sementara itu, Kades Siopat Bahal Burju Sitompul yang tampak hadir membenarkan pihaknya dan warga pernah menandatangani keberatan atas aktivitas penambangan tersebut.

“Kami sudah pernah beberapa kali mengajukan keberatan bahkan mengumpulkan tanda tangan warga. Kami minta Pemkab Taput turun tangan untuk mengatasi kerusakan lingkungan akibat penambangan sungai Batang Toru," tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pahae Jae AKP Ramot Nababan mengatakan pihaknya sebatas hanya pengamanan dan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

"Sepertinya tindakan spontanitas dan memang aktivitas penambangan galian C apapun itu pasti berdampak kepada lingkungan," kata Kapolsek.

Ramot mengatakan pihaknya akan coba mencari solusi antara kedua belah pihak. “Kita harap tidak ada tindakan anarkis nantinya," harapnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Rudi Sitorus saat dikonfirmasi via selular membenarkan pihaknya pernah menerima keberatan warga Siopat Bahal.

“Kemarin kami turun tidak ada aktivitas, kita akan coba turun kembali kelokasi yang dikeluhkan masyarakat," katanya.

Sementara itu, pengusaha penambangan galian C yang disebut-sebut milik Supratman Sitompul hingga berita ini dipublikasikan belum bisa dihubungi. (als)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Rombongan Satika - Sarlandi Diumpat Dengan Kata Kotor dan Diduga Akan Diserang, Bentrok Pun Terjadi

TARUTUNG - Polres Tapanuli Utara (Taput) diminta mengusut tuntas dalang atau aktor intelektual dibalik kerusuhan di Kecamatan Simangumban dan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Uta

Satika Desak Polres Taput Tangkap Pelaku Penyebaran Selebaran Pornografi Untuk Memfitnahnya

TAPANULI UTARA -  Calon Bupati Tapanuli Utara (Taput), Satika Simamora, mendesak Polres Taput segera menangkap terduga pelaku penyebaran selebaran fornografi hoaks yang d

Masyarakat Purbatua Kepemimpinan Nikson Nababan Perlu Dilanjutkan Satika- Sarlandy

TAPANULI UTARA — Kepemimpinan Nikson Nababan sebagai Bupati Tapanuli Utara (Taput) dianggap perlu dilanjutkan oleh sosok bersih, jujur, dan peduli terhadap masyarakatnya

Tokoh Agama Serukan Agar Masyarakat Menjaga Pilkada Tapanuli Utara Berjalan Dama

TAPANULI UTARA - Menjelang Pilkada  tahun 2024 di Tapanuli Utara yang ikuti 2 (dua) pasangan calon, yaitu Satika-Simamora - Sarlandy Hutabarat dengan nomor urut 1 (satu)

Sukur Nababan: Kabupaten Taput Harus Dipimpin Sosok Bersih dan Jujur

TAPANULI UTARA— Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sukur H Nababan, memimpin langsung pemenangan pasangan Calon Bupati dan Wa

Kapolri Harus Turun Tangan, Peredaran Narkoba di Taput Semakin Resahkan Masyarakat

TARUTUNG — Peredaran narkotika beberapa tahun belakangan ini semakin mengkhawatirkan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Warga menyebut, salah satu bandar narkoba terbe