Presiden Joko Widodo dan Menkeu Sri Mulyani Indrawati. PALAPA POS/Istimewa

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa dirinya rela meninggalkan zona nyaman sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia di Washington DC, Amerika Serikat, untuk bergabung pada kabinet Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Keuangan pada 2016 lalu.

Ia mengaku ingin bergabung pada pemerintahan Jokowi karena cita-cita Presiden untuk membangun Indonesia menurutnya merupakan niat yang mulia sehingga ia berani mengambil sebuah langkah besar tersebut

“Meskipun di World Bank saya bisa keliling dunia tapi saya bisa meninggalkan zona nyaman karena cita-cita beliau yang mulia,” katanya saat ditemui di Kantor Kadin, Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Meskipun begitu, Sri Mulyani mengaku sempat dilanda kebingungan dalam menentukan langkahnya tersebut sebab akan berpengaruh tidak hanya secara pribadi dan keluarga, melainkan negara juga. “Jadi dimensinya enggak selalu apa yang untung buat saya. Prosesnya agak kompleks ketika Pak Jokowi meminta saya bergabung dengan kabinetnya,” ujarnya.

Bahkan di Bank Dunia, Sri Mulyani memperoleh pendapatan yang sangat besar dan berbagai pengalaman lain seperti berkontribusi dalam pembangunan untuk mengurangi kemiskinan di negara-negara seluruh dunia.

Namun ia menegaskan bahwa berbagai hal yang didapat ketika bekerja di Bank Dunia itu tetap tidak membuatnya gentar untuk mengabdi pada Indonesia, meskipun menjadi menteri keuangan lagi bukan hal yang menantang bagi dirinya karena ia pernah menduduki posisi yang sama saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Saya itu bukan orang yang ingin kembali ke pekerjaan lama. Hidup itu harus move on. Kalau jadi menteri keuangan lagi saya harus menemukan motivasi lagi supaya saya bisa berkontribusi optimal,” katanya.

Setelah ia mengetahui bahwa keadaan perekonomian Indonesia sedang sangat rendah saat itu, ia langsung menyetujui tawaran Presiden Jokowi untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Pas pulang kondisi APBN sedang kritis. Tapi saya yakin kalau ibu saya masih hidup sekali pun ia pasti akan lebih senang jika saya kembali mengabdi untuk tanah air,” ujarnya.

Ia melanjutkan bahwa proses pemulangannya ke Indonesia sangat cepat, berawal dari datang ke Indonesia selama tiga hari untuk menjadi pembicara di Universitas Indonesia lalu tiba-tiba Jokowi tidak memperbolehkan Sri Mulyani kembali ke Amerika Serikat lagi. “Saya kembali ke Indonesia hanya membawa satu koper kecil yang berisi beberapa baju,” ujarnya. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

41 Daerah Calon Tunggal Pilkada 2024

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan sampai batas akhir pendaftaran ada 41 daerah hanya satu pasangan calon kepala daerah atau calon tunggal yang mendaftar pa

MK Ubah Ambang Batas Pencalonan Pilkada, PDIP Bisa Usung Calon Sendiri di Pilkada Jakarta

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah oleh lewat Putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora, Selas

Piawai Pimpin Partai, PKB Kota Bekasi Dukung Cak Imin Sebagai Ketua Umum

KOTA BEKASI - Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizky Topananda menjelaskan pihaknya tetap mendukung Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB periode 2024-2029 m

Hadiri Kongres PMII Ke-21, Ini Pesan Ida Fauziah

PALEMBANG - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menjelaskan bahwa generasi muda harus memiliki karakter yang kuat agar bisa menjadi pemimpin di ma

Dihadiri Mendagri, Nikson Nababan Terima Penghargaan Mendorong Pembangunan Daerah

JAKARTA – Mantan Bupati Tapanuli Utara Periode dua periode, Nikson Nababan Darmonagoro hadiri malam apresiasi satu inspirasi 2024 yang diselenggarakan oleh B Universe me

Kecam DK, Hendry Ch Bangun Tetap Ketua PWI Pusat

JAKARTA – Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, mengecam keras keputusan Dewan Kehormatan (DK) PWI yang dianggap ilegal dan tidak sah. Keputusan DK yang mengeluarkan surat