Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan. PALAPA POS/Istimewa

NIAS - Anak sebagai pelaku kejahatan mulai meningkat di wilayah hukum Kepolisian Resor Nias, Sumatera Utara.

"Kita berharap orang tua dan tokoh agama lebih berperan dalam mencegah anak terjerat kasus kejahatan," kata Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, di Gunungsitoli, Jumat (5/7/2019).

Menurut dia, dalam bulan ini ada dua kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah hukum Polres Nias dan semua pelakunya anak di bawah umur.

Kasus pembunuhan tersebut adalah pembunuhan pendamping desa Rekson Hutabarat di Kecamatan Gunungsitoli dan penikaman yang menyebabkan tewasnya Kepala Dusun III, Desa Lauri, Kecamatan Sogaeadu Juniaman Laia.

Pelaku pembunuhan dalam dua kasus tersebut telah ditangkap, namun semua pelaku yang berjumlah tiga orang masih pelajar dan di bawah umur.

Pelaku yang ditangkap dalam kasus pembunuhan Rekson Hutabarat adalah pelajar SMP dan SMK di Nias Utara berinisial YT (16) dan YPT (17).

Sedangkan pelaku penikaman yang menyebabkan tewasnya Kepala Dusun III, Desa Lauri yang terjadi Rabu di Idanogawo, Kabupaten Nias, adalah TG alias Tehe (16), tamat SMP.

Kepada polisi para pelaku mengaku melakukan aksinya karena sakit hati atau dendam. Pelaku pembunuhan terhadap Rekson Hutabarat mengaku membunuh korban karena sakit hati dipaksa oleh korban untuk melakukan hubungan sejenis.

Sedangkan TG alias Tehe mengaku kepada polisi menikam korban hingga tewas karena dendam pernah diancam keluarganya akan dihabisi korban saat menonton pertandingan bola voli di desa korban.

Kasus lainnya di wilayah hukum Polres Nias yang cenderung melibatkan anak di bawah umur menurut Kapolres Nias adalah kasus pencurian sepeda motor (curanmor) dan pencurian dengan kekerasan (curas).

"Banyak pelaku kejahatan curanmor dan curat di wilayah hukum Polres Nias yang kita tangkap adalah anak di bawah umur," katanya.

Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan kendala polisi dalam menangani kasus kejahatan yang melibatkan anak di bawah umur adalah pada saat penangkapan.

Polisi tidak boleh melakukan tindakan tegas terukur kepada pelaku anak di bawah umur apabila mereka sebagai pelaku melakukan perlawanan atau kabur. "Kami berharap peran orang tua, guru dan tokoh agama untuk mencegah anak terlibat kasus kejahatan," katanya. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Pj Bupati Taput Bebaskan Sementara Indra Simaremare dari Jabatan Sekda, BKN Sebut Tidak Sesuai Prose

TARUTUNG - Penjabat (Pj) Bupati Tapanuli Utara (Taput) bertindak tidak sesuai aturan dalam membuat keputusan pembebasan sementara Indra Simaremare dari tugas jabatannya sebaga

Ketua LADN Taput Desak Polisi Ungkap Penyebar Foto Porno Bermotif Menjatuhkan Nama Satika Simamora

TARUTUNG - Beredar selebaran foto - foto porno di Kecamatan Sipahutar dan mungkin didesa lainnya, yang disebarkan orang-orang tidak bertanggungjawab yang diduga bermotif untuk

Viral Kapolsek Pahae Jae Diduga Bahas Pemenangan Cabup Taput, Polda Sumut Tegaskan Polri Harus Netra

MEDAN - Juru bicara Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kombes Pol Hadi Wahyudi dengan tegas menyatakan bahwa Polri netral di dalam Pilkada serentak 2024.

Viral...Kapolsek Dan Danramil Pahae Jae, DPRD Terpilih, Kades Bertemu Bahas Pemenangan Cabup Taput

TARUTUNG - Viral di media sosial melalui postingan sejumlah akun facebook yang menyebutkan oknum Kapolsek Pahae Jae, Danramil Pahae Jae bersama dengan  DPRD Terpilih dari

Resmi Dilantik, 700 Orang Tim Pemenangan dan Relawan se-Kecamatan Muara Siap Menangkan Satika -Sarla

MUARA - Tim Pemenangan Bakal Calon Bupati-Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput) Satika Simamora -Sarlandy Hutabarat pada perhelatan Pilkada Taput 2024 semakin mantap meraih keme

Warga Purbatua Ingin Satika Simamora -Sarlandy Hutabarat Lanjutkan Pembangunan Mantan Bupati Nikson

PURBATUA - Warga masyarakat di Kecamatan Purbatua, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), menginginkan program-program pembangunan pada masa pemerintahan mantan Bupati Taput Nikson