Ketua KPU DKI Jakarta, Betty Epsilon Idroos. PALAPA POS/Istimewa

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menggalang dana sukarela dari para komisioner dan sekretariat KPU se-wilayah Jakarta untuk disalurkan kepada anggota KPPS yang meninggal dunia pada saat pelaksanaan Pemilu 2019.

Ketua KPU DKI Jakarta, Betty Epsilon Idroos saat ditemui di kantornya, Kamis (25/4/2019), mengatakan penggalangan dana sukarela tersebut sudah dilakukan sejak Rabu. "Di DKI Jakarta langkah awal kami lakukan menggalang dana sukarela, kita kumpulkan dari para komisioner dan sekretariat KPU se-DKI Jakarta, " kata Betty.

Selain itu KPU DKI Jakarta juga telah bersurat kepada Gubernur DKI Jakarta terkait penggalangan dana sukarela tersebut. Betty mengatakan pihaknya belum mengetahui berapa besaran santunan yang akan diberikan, karena masih menunggu keputusan dari KPU RI dan Kementerian Keuangan.

"Dari KPU RI belum ada keputusan," katanya. Betty menyebutkan terdapat empat anggota KPPS yang meninggal dunia saat pelaksanaan Pemilu 2019.

Anggota KPPS yang meninggal dunia yakni Rudi Mulya Prabowo di Pisangan Baru Jakarta Timur, Sopian (KPPS Kelurahan Krendang, Jakarta Barat), Tutung Suryadi (Kelurahan Tangki, Tamansari, Jakarta Barat), dan Muhammad Taufik (KPPS Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat).

Selain meninggal dunia, KPU DKI Jakarta juga mencatat ada 28 orang anggota KPPS yang sakit pasca pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019.

Sebagai bentuk penghormatan kepada anggota KPPS yang telah wafat serta sakit karena menjalankan tugas negara melaksanakan Pemilu 2019, KPU RI menyerukan kepada seluruh KPU daerah untuk melaksanakan salat gaib.

KPU DKI Jakarta baru akan memutuskan melaksanakan seruan KPU RI setelah rapat komisioner yang berlangsung sore ini. Selain menggalang dana sukarela, KPU DKI Jakarta juga melayat rumah anggota KPPS yang meninggal dini.

Betty mengatakan pagi tadi dirinya melayat ke rumah Rudi Mulya Prabowo, Ketua KPPS Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur yang wafat lima hari setelah pemungutan suara Pemilu 2019.

Menurut Betty, sebelum meninggal Rudi sudah mengeluhkan sakit, tetapi tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggungjawab.

"Kata istri almarhum bekerja siang dan malam tanpa istirahat, dari mulai mendirikan TPS dari malam sampai subuh, lalu lanjut pencoblosan dan hitung suara sampai jam 5 pagi," kata Betty.

Hampir sebagian besar anggota KPPS yang meninggal dunia karena kelelahan dan kecapaian melaksanakan pemungutan suara Pemilu 2019.

"Almarhum Rudi sempat ketiduran di PPK saat menyerahkan kotak suara. Orangnya juga aktif, setiap hari rajin kumpulkan anggota KPPS di rumahnya," kata Betty. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

DPP Pemuda Batak Bersatu Dukung Nikson Nababan Jadi Gubernur Sumut

JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Batak Bersatu (PBB) Lambok F Sihombing menegaskan memberi dukungan penuh kepada Nikson Nababan sebagai Bakal Calon Guber

Mahasiswa Gelar Doa Bersama Untuk Bacalon Gubernur Sumut Nikson Nababan

JAKARTA - Para mahasiswa Sumatera Utara yang tergabung dalam kader of change Nikson Milenial Center (NMC) gelar Doa bersama dan santunan pada anak yatim di acara 'Jumat Be

Ketum PWI Pusat Sampaikan Klarifikasi Berita Bohong Yusuf Rizal

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hendry Ch Bangun berikan penjelasan terhadap isu miring yang menyangkut internal organisas

Kemenag Tetapkan 1 Syawal Pada 10 April 2024

JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia, dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi menetapkan 1 Syawal 1445 H jatuh pada Rabu (10/4/2024) mendatang.

Men

Bawaslu dan KPU Kabupaten Bekasi Diduga Kurang Cermat, Timses Gerindra Laporkan ke DKPP

JAKARTA - Salah satu tim sukses calon legislatif DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil 9 H. Syahrir yakni Agung lesmana menduga Bawaslu serta KPU Kabupaten Bekasi ku

KPK Diminta Selidiki Dugaan Korupsi di Kementerian Pertanian

JAKARTA - Pengadaan barang/jasa masih menjadi gerbang utama lumbung korupsi. Meskipun Pemerintah membangun E-katalognya untuk mencegah korupsi, namun para pelaku masih menemuk