Korban perampokan Ronia Pasaribu, kini kondisinya mulai membaik dan polisi masih mengejar pelaku. PALAPAPOS/Alpon Situmorang

TARUTUNG - Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, pepatah inilah yang menimpa Ronia Pasaribu, seorang nenek berumur 85 tahun yang menjadi korban perampokan di Parsalakan, Desa Pancur Napitu.

Dari informasi yang berhasil dihimpun palapapos.co.id, perampokan terjadi Senin (18/3/2019) sekitar pukul 14.00 Wib. Diduga pelaku perampokan sebanyak dua orang (perempuan dan laki laki identitas belum diketahui) datang ketempat pelaku untuk membeli buah salak. 

Kemudian pelaku memesan buah salak kepada korban sebanyak 3 Kg, hingga akhirnya korban dengan membawa peralatannya berupa sebuah keranjang dan sebilah parang pergi masuk kedalam kebun salak untuk memetik buah salak.

Selanjutnya, pada saat itu korban langsung dibacok dengan menggunakan sebilah parang dengan kondisi jari hampir terputus, terkena tangan dan juga menderita luka di kepala.

Berdasarkan informasi, akhirnya cucu korban jadi pihak pertama yang mengetahui kejadian perampokan disertai kekerasan itu hingga menyebabkan korban berlumuran darah.

Selanjutnya, keluarga korban menghubungi PSC 119, dan dengan sigap akhirnya tim PSC 119 berhasil mengevakuasi korban dan memberikan pertolongan pertama dan selanjutnya melarikan korban kerumah sakit terdekat.

Salah satu staf PSC yang dihubungi via selular, Selasa (19/3/2019) membenarkan tim medis ada melakukan pertolongan kegawatdaruratan di Parsalakan semalam.

"Semalam kita larikan ke RSU akibat sejumlah luka bacok ditubuhnya. Namun informasi saat ini keadaan korban sudah mulai membaik," kata staf PSC yang tidak bersedia namanya dikorankan.

Dari berbagai informasi yang dikumpulkan, akibat perampokan tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp5 juta yang diambi dari kantong (puro-puro) korban. 

Selain itu, perampok juga mengambil anting korban. Saat informasi ini diturunkan, pihak Polres Taput membenarkan dan masih dalam tahap penyelidikan.

"Ya, kita masih lidik serta olah TKP dan mengejar pelaku perampokan," tutup Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno via selular. (als)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Korban Pengeroyokan Kecewa Polres Taput Belum Menangkap Pelaku Diduga Oknum Anggota IPK

TARUTUNG - Sejumlah orang diduga anggota organisasi kepemudaan Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) melakukan penganiayaan terhadap salah seorang aparatu

Kapolres dan Dandim Pimpin Pengrebekan Pengedar Narkoba di Tengah Persawahan

TAPANULI UTARA -Dipimpin Kapolres Tapanuli Utara AKBP Johanson Sianturi, S.I.K, M.H dan Dandim 0210/ TU, Letkol Inf.Saiful Rizal, S.Hub. Int bersama jajarannya. Kampung Narkob

Sindikat Curanmor Dibekuk Satreskrim Polres Taput

TAPANULI UTARA - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Taput berhasil menangkap dua orang pelaku curanmor inisial AS (26) warga Desa Parbubu I dan MFL(29) warga Keluraha

Dua Pengguna Narkoba Dibekuk Saat Melarikan Diri Menabrak Mobil Polisi

TAPANULI UTARA - Satuan Reserse Narkotika Polres Tapanuli Utara (Taput) berhasil meringkus dua pengguna Narkotika. Sebelun ditangkap tersangka sempat melarikan diri dengan nek

Polres Metro Bekasi Kota di Demo Karena Terduga Pelaku Pengeroyokan Belum Tertangkap

KOTA BEKASI - Puluhan pemuda yang tergabung dari beberapa organisasi kepemudaan terlibat aksi saling dorong dengan kepolisian saat lakukan demo di depan kantor Polres Metro Be

Lima Pelaku Penyelewengan Solar Subsidi di Taput Diboyong ke Poldasu

TARUTUNG - Diduga digunakan untuk kebutuhan alat berat ataupun industri, lima pelaku penyelewengan BBM jenis Solar Subsidi ditangkap Tim gabungan Ditreskrimsus Polda Sumut dan