Perwakilan Petani Penggerak Gotong Royong (PGR) Bekasi, Muhammad Fauzi (kedua dari kiri) bersama para petani, Rabu (22/3/3023). PALAP POS/ Yudha
KABUPATEN BEKASI - Usai diguyur hujan beberapa pekan lalu, banyak petani yang mengalami kerugian akibat lahan pertanian nya terendam banjir. Mengenai hal tersebut, perwakilan Petani Penggerak Gotong Royong (PGR) Bekasi, Muhammad Fauzi menyatakan hingga saat bantuan untuk para petani belum terealisasi, Selasa (21/3/2023).
Muhammad Fauzi pun menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian melalui Keputusan Direktur Jendral Tanaman Pangan Nomor:219/HK.310/C/11/2022 telah mengeluarkan program Bantuan Benih Padi dan Jagung tahun 2023, namum hingga saat ini belum samapi ke petani.
"Kurang lebih sudah tiga pekan bantuan bencana banjir terhadap lahan pertanian belum terealisasi. Artinya Kementerian Pertanian tidak serius memperhatikan nasib petani sebagai penjaga ketahanan pangan Nasional,"katanya.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi mengungkapkan, lambannya bantuan Pemerintah terkesan apatis terhadap nasib para petani yang gagal panen akibat lahannya terendam banjir.
Ia mengungkapkan, sekitar 20.000 hektare sawah terdampak bencana banjir di Kabupaten Bekasi, terparah berada di wilayah Kecamatan Pebayuran, Sukatani, Kedungwaringin, Sukakarya, Cabangbungin, Babelan, Tambelang dan Sukawangi.
"Berdasarkan fakta di lapangan, mayoritas usia tanam padi berkisar antara 15-30 hari. Melihat kondisi tersebut, petani menjadi apatis terhadap Pemerintah karena Nasib mereka terus di abaikan, begitu juga dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang terkesan mengabaikan serta meyepelekan kerugian para petani,"ucapnya.
Lanjut M. Fauzi menegaskan, dengan kejadian itu petani akan rugi, sebab setelah dilanda banjir petani kembali membeli bibit untuk benih.
“Ptani akan rugi dan mengelurakan biaya mengulang masa pembenihan dan mengulang masa tanam,”ungkapnya.
Penulis : Yudha





Comments
Leave a Comment