Petani di Desa Huta Namora, Kecamatan Balige, Kabupaten Tobadi temui di lokasi pertanian jagung mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, Sabtu (6/11/2021). PALAPA POS/ Desi

TOBA - Program penanaman jagung yang dielu-elukan pemerintah Kabupaten Toba guna pemulihan ekonomi di masa pandemi dan meningkatkan indeks pertanaman (IP) ternyata menuai sorotan masyarakat. Sebeb sejumlah petani jagung mengeluhkan kesulitan mendapat pupuk bersubsidi yang akan digunakan pada masa penanaman jagung saat ini.

Lenny Manullang, petani di Desa Huta Namora, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba mengaku kesulitan mendapatkan pupuk subsidi dan berharap agar pemerintah dapat memperhatikan nasib para petani yang menggantungkan perekonomian dan biaya hidup dari hasil pertanian.

"Bantuan benih jagung ini kami terima sekitar awal bulan September. Setelah kami tanam, ini lah hasil pertumbuhannya kurang memuaskan. Merasa menjeritlah kami petani karena harga pupuk melonjak dan pupuk subsidi tidak kami jumpai lagi", keluhnya dijumpai di lokasi pertanaman jagung, Sabtu (6/11/2021).

Meski mengaku mendapat bibit gratis dari pemerintah, dirinya mengsku tidak dapat hasil yang menguntungkan dari sektor pertanian jika tetap menggunakan pupuk non subsidi.

"Kami tidak pernah lagi mendapat pupuk subsidi, pernah dapat itupun cuma 1 sak tahun 2020. Selama tahun 2021 belum pernah dapat. Di kios bilangnya tidak ada pupuk", sebutnya yang saat itu didampingi anaknya.

Sebelumnya, H br Hutagaol, petani di Desa Simarmata juga mengeluhkan kesulitan untuk mendapatkan pupuk subsidi sehingga harus membeli pupuk non subsidi dari kios.

"Untuk pertanaman ini pasti perlu pupuk, tapi kami kesulitan mendapatkan pupuk subsidi, padahal jika harus menggunakan pupuk non subsidi sudah pasti kami merugi lah", ujarnya di jumpai di kediamannya.

Pernyataan ini berbanding terbalik dengan pernyataan Bupati Toba Poltak Sitorus yang mengaku telah menyediakan enam ribu ton pupuk subsidi untuk tahun 2021.

Pada saat penanaman perdana jagung di Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba pada bulan Juli lalu, Bupati Toba Poltak Sitorus mengatakan bahwa Pemkab telah menyediakan 6 ribu ton pupuk subsidi dan seribu ton diantaranya dikhususkan untuk program pertanian jagung, namun saat ini para petani justru tidak mendapatkan pupuk subsidi.

Penulis : Desi

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Rombongan Satika - Sarlandi Diumpat Dengan Kata Kotor dan Diduga Akan Diserang, Bentrok Pun Terjadi

TARUTUNG - Polres Tapanuli Utara (Taput) diminta mengusut tuntas dalang atau aktor intelektual dibalik kerusuhan di Kecamatan Simangumban dan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Uta

Satika Desak Polres Taput Tangkap Pelaku Penyebaran Selebaran Pornografi Untuk Memfitnahnya

TAPANULI UTARA -  Calon Bupati Tapanuli Utara (Taput), Satika Simamora, mendesak Polres Taput segera menangkap terduga pelaku penyebaran selebaran fornografi hoaks yang d

Masyarakat Purbatua Kepemimpinan Nikson Nababan Perlu Dilanjutkan Satika- Sarlandy

TAPANULI UTARA — Kepemimpinan Nikson Nababan sebagai Bupati Tapanuli Utara (Taput) dianggap perlu dilanjutkan oleh sosok bersih, jujur, dan peduli terhadap masyarakatnya

Tokoh Agama Serukan Agar Masyarakat Menjaga Pilkada Tapanuli Utara Berjalan Dama

TAPANULI UTARA - Menjelang Pilkada  tahun 2024 di Tapanuli Utara yang ikuti 2 (dua) pasangan calon, yaitu Satika-Simamora - Sarlandy Hutabarat dengan nomor urut 1 (satu)

Sukur Nababan: Kabupaten Taput Harus Dipimpin Sosok Bersih dan Jujur

TAPANULI UTARA— Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sukur H Nababan, memimpin langsung pemenangan pasangan Calon Bupati dan Wa

Kapolri Harus Turun Tangan, Peredaran Narkoba di Taput Semakin Resahkan Masyarakat

TARUTUNG — Peredaran narkotika beberapa tahun belakangan ini semakin mengkhawatirkan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Warga menyebut, salah satu bandar narkoba terbe