Kabid Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muhammad Said.(PALAPAPOS/Hafiz)
BEKASI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi memprediksi potensi bencana pada 2021 meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, dinilai sangat penting untuk menambah Desa Tanggap Bencana (Destana) dan Kelurahan Tanggap Bencana (Katana).
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bekasi, Muhammad Said
mengatakan, pihaknya sejauh ini baru membentuk sebanyak 14 desa dan kelurahan tanggap bencana dalam rentan waktu 2017-2020.
“Tahun 2021 ini kami mendapat anggaran untuk pembentukan delapan Destana dan Katana. Sedikitnya kami akan membentuk delapan Destana dan Ktana,”katanya Jumat (4/6/2021).
Delapan Destana dan Katana tersebut, antara lain Kelurahan Bahagia (Kecamatan Babelan), Desa Kertarahayu (Kecamatan Setu), Desa Telaga Murni (Kecamatan Cikarang Barat).
Selanjutnya, Desa Sumbersari (Kecamatan Pebayuran), Desa Bojongmangu (Kecamatan Bojongmangu), Desa Tambun (Kecamatan Tambun Selatan), Desa Simpangan (Kecamatan Cikarang Utara) dan Kelurahan Kebalen (Kecamatan Babelan).
Ia menambahkan, delapan desa tersebut dipilih berdasarkan kondisi kerentanan bencana yang ada di wilayahnya.
"Pada tahun 2020 ada 20 kecamatan yang tergenang banjir. Namun pada 2021 diprediksi akan meningkat menjadi 21 kecamatan dari total 23 kecamatan yang ada dengan jumlah genangan sebanyak 157 titik,”jelasnya.
Penulis : Hafiz
Editor : Benys





Comments
Leave a Comment