Jembatan Pebayuran ramai dikunjungii warga untuk ngabuburit selama ramadan hingga selesai.(PALAPAPOS/HAFIZ)
BEKASI – Setahun setelah diresmikan jembatan Pebayuran jadi destinasi favorit warga sekitar untuk ngabuburit. Hal itu berdampak positif bagi pedagang makanan takjil yang tahun ini mulai bernapas lega karena perputaran ekonomi mulai membaik.
Jembatan Pebayuran tersebut berlokasi tepat berada di daerah perbatasan antara Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Jalur besar tersebut ramai dilalui pengendara sehingga ketika menjelang maghrib banyak warga yang menepi guna membeli takjil berbuka sembari melihat hamparan hijau di sekitar sungai Citarum itu.
“Menurut saya, tempat ini enak untuk ngabuburit dan mencari makanan untuk berbuka puasa. Selain itu, jajanannya juga bermacam-macam dan harganya cukup terjangkau. Di sini kita bisa melihat pemandangan
seperti matahari terbenam dan lahan persawahan yang hijau,” ungkap Firzi seorang pengunjung saat ditemui palapapos.co.id di Jembatan Pebayuran.
Seorang pengunjung lainnya, Widy mengungkapkan, kehadiran jembatan Pebayuran sangat efektif untuk mempermudah mobilitas warga di dua kabupaten berbeda.
"Jembatan ini berhasil menjadi destinasi wisata kuliner di bulan ramadan. Tempat main yang enak sambil menunggu beduk magrib," kata Widy Selasa (27/4/2021).
sementara itu, seorang pedagang es buah terlihat sibuk melayani pembeli. Ia mengaku, setiap menjelang buka puasa, banyak pengunjung yang membeli dagangannya. Menurutnya, keberadaan Jembatan Pebayuran memang cukup membantu dalam mengangkat perekonomian warga sekitar.
"Alhamdulillah, puasa tahun ini kita sudah boleh berjualan sehingga ada pemasukan bagi kami. Setelah berjualan biasanya kami bersih-bersih agar jembatan ini tetap terawat dengan baik,"pungkasnya.(fiz)
Penulis : Hafiz
Editor : Benys





Comments
Leave a Comment