Nadiem dan Megawati. (Foto: Tangkapan layar instagram @nadiemmakarim)

JAKARTA - Hilangnya kurikulum Pancasila dalam Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP), yang menjadi sorotan publik disikapi cepat oleh Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) P Megawati Soekarnoputri.

Ketua DPP PDI-P Eriko Sotarduga mengatakan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dan Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua Umum DPP PDI-P telah melakukan pembahasan.

"Ada pertemuan  antara Mendikbud dengan Bu Mega. Bu Mega juga sebagai ketua dewan pengarah BPIP. Kalau kita jabarkan lebih lanjut terkait PP 57 yang sempat jadi kontroversial," kata Eriko dalam diskusi virtual, Rabu (21/4/2021).

Eriko mengatakan, diskusi antara Megawati dan Nadiem merupakan bentuk aksi dan reaksi cepat terhadap hilangnya kurikulum Pancasila dalam Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang menjadi sorotan publik.

Ia juga mengatakan, diskusi tersebut menyinggung soal kesejarahan yang dihapus dan tidak dicantumkan.

"Nah ini di sini harus menyampaikan mengenai kesejarahan, kesejarahan yang benar, kita mau kembali ke sesuatu yang benar disampaikan, dari mulai kemerdekaan Indonesia dari sebelum kemerdekaan sampai kemerdekaan periodesasinya," ujar dia. 

"Itu sebenarnya yang ada (di) pertemuan, tapi mungkin karena itu baru disampaikan menjadi banyak persepsi," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim mengunggah swafoto dengan Megawati Soekarnoputri di Instagramnya, Selasa. Pertemuan itu dilakukan kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat itu, membahas terkait hilangnya kurikulum Pancasila dalam Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Hadir dalam pertemuan yang digelar Selasa tersebut, Kepala BPIP Yudian Wahyudi, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasona Laoly, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, dan juga Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristyanto.

Dalam keterangan tertulis yang dirilis sehari setelah pertemuan atau Rabu (21/4/2021), seperti dimuat Kompas, Megawati menegaskan, mata pelajaran Pancasila dan Bahasa Indonesia wajib masuk dalam kurikulum semua jenjang Pendidikan.

Ia menilai, Pancasila juga dapat membuat anak generasi muda tidak kehilangan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. "Selain sebagai dasar dan ideologi negara kita, Pancasila juga berfungsi sebagai kepribadian bangsa Indonesia, sehingga kalau menurut saya mata pelajaran Pancasila itu wajib masuk dalam kurikulum pendidikan," kata dia. (jay)

Comments

  • Santa Agustina Hutabarat

    5 years ago

    Setuju ibu Megawati, Pendidikan Pancasila itu perlu dikembalikan... Saya guru honorer di SMPN 5 Garoga, di daerah terpencil, Tapanuli Utara ( Taput) Sumut

    Replay
  • Jakarta

    5 years ago

    Sikat bu...jiwir aja bu..haha https://bit.ly/3s3SV2D

    Replay

Leave a Comment

Berita Lainnya

41 Daerah Calon Tunggal Pilkada 2024

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyampaikan sampai batas akhir pendaftaran ada 41 daerah hanya satu pasangan calon kepala daerah atau calon tunggal yang mendaftar pa

MK Ubah Ambang Batas Pencalonan Pilkada, PDIP Bisa Usung Calon Sendiri di Pilkada Jakarta

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah ambang batas pencalonan kepala daerah oleh lewat Putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora, Selas

Piawai Pimpin Partai, PKB Kota Bekasi Dukung Cak Imin Sebagai Ketua Umum

KOTA BEKASI - Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Rizky Topananda menjelaskan pihaknya tetap mendukung Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum DPP PKB periode 2024-2029 m

Hadiri Kongres PMII Ke-21, Ini Pesan Ida Fauziah

PALEMBANG - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menjelaskan bahwa generasi muda harus memiliki karakter yang kuat agar bisa menjadi pemimpin di ma

Dihadiri Mendagri, Nikson Nababan Terima Penghargaan Mendorong Pembangunan Daerah

JAKARTA – Mantan Bupati Tapanuli Utara Periode dua periode, Nikson Nababan Darmonagoro hadiri malam apresiasi satu inspirasi 2024 yang diselenggarakan oleh B Universe me

Kecam DK, Hendry Ch Bangun Tetap Ketua PWI Pusat

JAKARTA – Ketua PWI Pusat, Hendry Ch Bangun, mengecam keras keputusan Dewan Kehormatan (DK) PWI yang dianggap ilegal dan tidak sah. Keputusan DK yang mengeluarkan surat